Minggu, 10 Juni 2012

Tentang Sahabat

Dihati ini selalu ada cerita
walaupun kita tak selalu ceria
tetapi itu tak membuatku kecewa
selalu ada hari-hari bahagia
sahabatku..yang setia
setiap waktu berbagi rasa, berbagi cerita
bila kuingat saat-saat terindah
menangis tertawa kita lalui bersama
kisahku ini takkan pernah terlupa
jadi kenangan yg teristimewa
sahabatku…yang slalu setia..bersamamu..kubahagia
sampai kunanti, tlah dewasa,
hanya dirimu slalu dihati….
Itu adalah sepenggal lagu untuk sahabat. Siapa sih tang gak butuh seorang sahabat yang bisa dijadiin teman curhat, selalu ada saat suka maupun duka..
Menemani disaat kita tertawa bahkan menangis… :’(
Inilah  tentang sahabat….
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Dalam persahabatan kadang-kadang mengalami cobaan,dimana kadang-kadang beda pendapat,kadang kita punya unek-unek yang pengen dikeluarin tapi gak bisa
tapi kalo gak ketemu sahabat sehari ajaa pasti rasanya sedih dan kangen banget..
coba renungin kata kata ini ….

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ???
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda
saat anda tak bisa memberikan apa-apa ?
Nilai-nilai positif dari persahabatan :

Pertama, kebersamaan dan keintiman. Sahabat adalah dengan siapa kita dapat menghabiskan waktu bersama melakukan hal-hal yang disukai. Sahabat juga tempat berbagi cerita, masalah, dan kegembiraan. Bersama sahabat, kita dapat menangis dan tertawa. Dengan bersama dan berbagi, perlahan sahabat akan mengenal satu sama lain.
Kedua, penerimaan. Dengan mengenal sahabatnya, anak akan belajar untuk menerima sahabat apa adanya. Penerimaan ini akan menghasilkan kenyamanan untuk menjadi diri sendiri. Lambat laun, penerimaan ini akan mengikis topeng yang dikenakan seseorang. Mengetahui bahwa ada yang menerima dirinya apa adanya, anak akan belajar menjadi diri sendiri.
Ketiga, masukan terhadap kekurangan. Menerima sahabat bukan berarti mengatakan ya untuk semua sikap dan tindakan sahabat. Jika memang sahabat memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki, sahabat yang baik akan dengan jujur mengatakannya. Tujuannya bukan menyakiti, melainkan agar sahabat menjadi pribadi yang lebih baik.
Meski sesuai dengan tahap perkembangannya, anak sulit mengemukakan kritiknya secara halus. Biasanya masukan ini terjadi bersamaan saat anak bertengkar karena kesal menghadapi sifat tertentu dari sahabatnya. Seperti Raden yang marah kepada Guntur yang mudah ngambek. Namun perlahan, anak akan belajar arti kejujuran dengan memberi masukan dan kelapangan dada untuk menerima masukan.
Keempat, penghargaan terhadap kelebihan sahabat. Jika tidak menghargai kelebihan sahabatnya,sahabat akan mampu melihat kelebihan sahabatnya, menghargainya, dan belajar menjadi lebih baik dari kelebihan sahabatnya itu. Seorang sahabat juga tidak akan iri hati dengan kelebihan sahabat melainkan membantu untuk mengembangkan kelebihannya.
Cara menjaga agar persahabatan tetap utuh alias awet :
1. Jadilah pendengar yang baik buat sahabatmu
Jangan pernah sekalipun kamu bersikap menggurui. Memberi nasihat boleh-boleh aja, tapi jangan melakukannya dengan cepat. Pelahan-lahan namun pastikan sahabatmu itu mendengarkannya.
2. Setiap orang memiliki pribadi yang unik dan khas.
Cobalah mengerti bagaimana karakter sahabat. Hormatilah pendapatnya. Walau kadang kalian bisa saling berbeda pendapat dan keyakinan, namun pasti ada jalan tengah yang bisa ditempuh asal jangan tergesa-gesa memutuskannya.
3. Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekatmu itu.
Jangan pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu pada orang lain. Saling jaga rahasia, anggap saja antara kalian ada sebuah permainan yang hanya bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu.
4. Berilah dukungan dan pujilah temanmu, kesampingkan kesalahannya dan kelemahannya.
5. Jangan pernah merasa iri kepada sahabatmu
Kebahagiaannya adalah bahagia milikmu juga. Ikut berbahagialan atas keberhasilan sahabat
6. Dekat bukan berarti harus tergantung satu sama lain.
Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah ‘jarak’ yang wajar. Mundurlah sedikit bila kita merasa pertemanan sudah terlampau dekat. Sebaliknya, mendekatlah kala kita merasa pertemanan sudah semakin renggang.
7. Sisihkan waktu untuk melakukan kegiatan refresing bersama.
Kembangkan sikap toleransi, fleksibelitas, asertive, empati dan belajar saling memahami.
8. Jangan pernah ragu untuk minta maaf pada temanmu saat kamu melakukan sebuah kesalahan padanya.
Setelah itu berusahalah perbaiki kesalahanmu. Begitu pula sebaliknya, berikan maaf dan lupakan kesalahannya jika ia bersalah.
Sahabat kau lah sejarah yang akan selalu terkenang sampai slamanya….



Sumber :  http://yoscelina.wordpress.com/2011/03/31/tentang-sahabat/

Template by:

Free Blog Templates